Rasa yang ranap.   
Posted on Nov 24, 2013 @ 4:47 PM with 0 comments

Berjalan menuju hari-hari baru dengan sisa-sisa rasa yang ranap
Menuju ke kelas yang sudah ditetapkan
Buka daun pintu dengan semangat-semangat
Moga terhakislah rasa yang ranap
Mata-mata yang pelik tertumpunya semua ke aku
Macam aku pembunuh kejam barangkali
Duduk disatu posisi dengan rasa pelik juga
"Ni kelas apa?"
"K......."
Belum penuh patah-patah ayatnya disebut
Aku bangkit dan blah

Berjalan lagi menuju hari-hari baru dengan sisa-sisa rasa yang ranap
Menuju ke kelas yang sebenar-benarnya ya! aku telat
Buka daun pintu dengan semangat-semangat
Moga terhakislah rasa yang ranap
Mata-mata aneh tertumpunya semua ke aku
Macam aku alien barangkali
Duduk disatu posisi dengan rasa yang ranap tadi tak hilang
"Ingatkan lecturer"
Sayup-sayup suara kedengar
Ah! Yang penting aku tak bangkit dan blah lagi

Berjalan lagi menuju hari-hari baru dengan sisa-sisa rasa yang ranap
Menuju ke kelas-kelas seterusnya dengan baru serba-serbi
Masih belum boleh sesuaikan keadaan
Masih ada mulut-mulut yang penuh emas-emas
Masih ada mata-mata yang cuma bisa pandang tanpa kata
Masih! 
Masih belum temu yang namanya kawan baik
Seorang
Sendirian
Bersama muka bengis dan rasa yang ranap

Berjalan lagi menuju hari-hari baru dengan sisa-sisa rasa yang ranap
Menuju ke kelas yang akhir-akhir
Sesi kenal-kenal yang semua masih aneh-aneh bersandiwara okay
Gugup badan berketar bila diri ditanya biodata
Masih gugup saat mata pensyarah asyik merenung dan entah apa direnungkan
Membebel dan membebel untuk brief hari pertama
"Saya tak suka awak"
Nada tegas sambil merenung tajam ke aku
Entah apa silapnya aku
Entah apa songsangnya aku
Entah apa hinanya aku
Diludahnya kata-kata tajam disemua mata-mata aneh
Tunduk
Seorang
Tamatnya kelas berjalan lagi seorang
Bersama rasa yang dihenyak lumat-lumat, dipijak hancur-hancur
Rasa yang ranap sangat
Sangat tak terbendung



Template by qsstory. Re-edit by me.